Bulan Pertama di Amerika

#1. Hari ini sebulan sudah sejak saya pertama kali menjejakkan kaki di tanah Amerika pada Kamis sore, 12 Agustus 2021. Untuk menandai satu tonggak kecil pencapaian ini, sembari membersihkan sarang laba-laba yang banyak menghinggapi blog ini karena berbulan-bulan tak dikunjungi, saya hendak berbagi tentang kehidupan di sini dan tiga pekan pertama kuliah doktoral saya di School of Historical, Philosophical and Religious Studies (SHPRS; baca: syipers), Arizona State University (ASU). Cerita di bawah ini tidak sistematis laiknya tulisan akademik. Saya cenderung menuliskan apa-apa yang melintas begitu saja di pikiran.

Continue reading

Catatan Ngaji Mantiq

Blog ini sudah lama tak mengalami pemutakhiran (update). Ini karena saya lebih banyak menulis untuk basabasi.co dalam dua bulan terakhir. Tulisan ini berupa catatan-catatan dari kajian mantiq dengan kitab Mi’yarul-‘Ilmi karya al-Ghazali di Kafe Mainmain, Bantul. Kajian ini diselenggarakan dua kali sepekan, mulai 28 Nov 2020 dan berhenti pada 10 Jan 2021, sehari sebelum dimulainya PPKM Jawa-Bali. Rekaman 14 pertemuan dari kajian ini dapat Anda simak di kanal yutub Basabasi TV. Continue reading

Lima Tesis tentang Peristiwa di Prancis

Dibanding kejadian-kejadian serupa sebelumnya, yang sedikit beda dari peristiwa-peristiwa mutakhir di Prancis ialah respons dari otoritas pemerintahan di sana yang kian cenderung ke pendulum politik ultranasionalis. Ini berarti diskursus anti-Muslim kian menguat, populisme kanan-jauh akan meraup keuntungan politik, dan gejala-gejalanya menunjukkan bahwa sekularisme ekstrem Prancis, atau laïcité, belum akan melunak hingga beberapa waktu ke depan. Continue reading

Kontra-nihilisme

Di bawah ini adalah terjemahan beberapa paragraf dari kitab Ushulud-Din karya Abdul-Qahir al-Baghdadi (980-1037), teolog Asy’ari generasi awal, sebelum era al-Ghazali. Paragraf ini ada di subbab kedua pada bab pertama yang berjudul al-’ilm wal-haqa’iq. Kata al-’ilm saya terjemahkan dengan pengetahun, dan al-haqa’iq (jamak dari haqiqah, seakar dengan kata al-haqq) saya terjemahkan dengan kebenaran. Judul dari subbab kedua ini ialah “fi itsbat al-’ilm wal-haqa’iq”, tentang ketercapaian pengetahuan dan kebenaran. Teks aslinya bisa dibaca di sini. Continue reading

Islam, Sains, dan Naturalisme: Di Mana Konfliknya?

Setelah dua bulan sejak awal pandemi korona saya baca-baca literatur tentang agama-dan-sains, saya berkesimpulan bahwa apa yang acap kali disebut “konflik” antara agama dan sains, bila diperas intinya, sebenarnya hanya terjadi dalam dua aras saja, yakni penciptaan (kosmologi dan evolusi) dan kausasi (“hukum alam” dan isu mukjizat).

Khusus menyangkut Islam, dua ranah itu menyasar dua ajaran fundamental (ushul): yang pertama pada keyakinan akan adanya Yang Ilahi dan yang kedua pada doktrin tentang kenabian. Agama-agama Abrahamik berbagi isu ini, tentu dengan perbedaan dalam rinciannya. Dalam Islam, doktrin tentang keilahian dan kenabian ini tercermin dalam deklarasi keislaman seseorang, yakni kalimat syahadat. Dua doktrin ini bersifat tetap (tsawabit) dan tidak akan berubah sepanjang Islam senantiasa eksis di muka bumi. Continue reading